PendekatanGeografi Pendekatan keruangan, menganalisis gejala geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Analisisnya meliputi faktor
Pendekatan geografi dan contohnya – Ilmu geografi merupakan ilmu yang membahas mengenai gejala alam dan fenomena geosfer yang ada di muka bumi. Pengertian geografi menurut para ahli juga meliputi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan alam sekitarnya serta interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Secara umum, pembagian ruang lingkup geografi bisa dibedakan menjadi geografi fisik, geografi sosial dan geografi regional. Dalam ilmu dan konsep geografi juga ada beberapa langkah dan metode pembelajaran khusus yang dikenal sebagai pendekatan geografis. Pengertian pendekatan geografi adalah langkah dan metodologi khusus untuk melakukan analisa dan memahami bermacam-macam gejala serta fenomena geosfer, terutama pada interaksi antara makhluk hidup terhadap lingkungannya. Macam-macam pendekatan yang digunakan dalam ilmu geografi juga didasarkan pada prinsip geografi yang meliputi prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi. Dengan begitu, metode dalam ilmu geografi juga saling bersinergi. Pendekatan Geografi dan Contohnya Ada 3 tiga pendekatan geografi yaitu pendekatan keruangan spasial, pendekatan lingkungan ekologi dan pendekatan kompleks wilayah regional. Berikut akan dijelaskan pendekatan geografi dan contohnya secara lengkap. 1. Pendekatan Spasial Keruangan Pendekatan keruangan atau spacial analysis merupakan pendekatan yang khas dalam ilmu geografi karena merupakan studi tentang keragaman ruang muka bumi dengan menelaah masing-masing aspek geografi secara spasial atau keruangannya. Dalam pendekatan ini peneliti akan mengkaji kesemaan atau perbedaan suatu fenomena geosfer lewat aspek keruangan. Aspek-aspek ruang dan spasial geografi meliputi faktor lokasi, kondisi alam dan kondisi sosial budaya masyarakat. Peneliti juga harus memperhatikan distribusi atau persebaran, interelasi dan interaksinya. Pada akhirnya, diharapkan akan didapatkan manfaat bagi manusia terkait dengan pendekatan spasial geografis ini baik dalam aspek hidrologi, pedologi dan klimatologi. Contoh Pendekatan Spasial Contoh pendekatan keruangan atau spasial misalnya sebidang tanah berharga mahal karena tanahnya bersifat subur dan terletak di tempat yang strategis. Peneliti menilai nilai tanah berdasarkan produktivitas pertanian dan nilai ruangnya yaitu letak yang strategis. 2. Pendekatan Ekologi Lingkungan Pendekatan ekologi didasarkan pada prinsip ilmu biologi yaitu interelasi yang menonjol antara makhluk hidup dan lingkungannya. Tujuan dilakukan pendekatan ini adalah untuk mengkaji fenomena geosfer dengan memperhatikan interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Aspek yang diteliti dalam pendekatan lingkungan antara lain adalah interaksi komponen fisikal alamiah dan nonfisik sosial. Selain itu, pendekatan geografi ini juga berfokus pada perilaku organisme dan perubahan fenomena lingkungan yang terjadi secara mandiri tanpa keterkaitan. Contoh Pendekatan Ekologi Contoh pendekatan ekologi dapat dilihat pada fenomena banjir di suatu daerah. Fenomena ini bisa diidentifikasi melalui tahapan-tahapan dalam pendekatan ekologi yang hasilnya kemudian dapat dianalisa untuk menemukan solusi masalah. Identifikasi yang dilakukan meliputi identifikasi kondisi fisik, identifikasi sikap dan perilaku masyarakat serta analisis interaksi. Pertama dilakukan identifikasi fisik untuk menemukan kondisi fisik lingkungan yang mendorong terjadinya fenomena banjir, misalnya seperti topografi, jenis tanah, curah hujan dan kondisi bangunan di daerah banjir tersebut. Kemudian dilakukan identifikasi sikap dan perilaku masyarakat untuk menemukan sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola alam di lokasi tersebut, misalnya alih fungsi lahan pertanian, penggundulan hutan, kebiasaan membuang sampah dan pola pemukiman yang dibangun di daerah tersebut. Terakhir dilakukan analisa interaksi ekologi terkait hubungan antara identifikasi fisik dan sikap yang dianalisa untuk menemukan alternatif pemecahan masalah. 3. Pendekatan Regional Kompleks Wilayah Pendekatan regional atau analisis kompleks wilayah dilakukan dengan membandingkan berbagai kawasan di muka bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan secara komprehensif. Secara umum, pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan spasial dan ekologi. Analisis ini menekankan adanya diferensiasi areal atau perbedaan karakteristik pada tiap-tiap wilayah di bumi. Hal ini kemudian mendorong adanya interaksi antara suatu wilayah dengan wilayah lain. Nantinya hasil pendekatan studi wilayah kemudian tertuang menjadi peta dan dipelajari melalui disiplin ilmu kartografi. Contoh Pendekatan Regional “ Contoh pendekatan regional adalah dalam membangun rumah atau bangunan harus dilihat dari karakteristik wilayahnya. Misalkan membangun rumah di daerah rawan banjir atau dekat pantai maka fondasi akan lebih ditinggikan untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau pasang air laut. Nah demikianlah referensi mengenai 3 macam pendekatan geografis dan contohnya beserta pengertian dan penjelasan lengkapnya. Semoga referensi geografi tersebut bisa menambah wawasan.
6 Sebutkan cabang ilmu geografi! (4) Jawaban: 1. Penulisan atau penggambaran mengenai bentukmuka bumi 2. Geografi adalah studi tentang gejala, dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala, dan sifat tersebut.
Ilustrasi gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam berbagai peristiwa alam. Foto PixabayGejala geografi dalam kehidupan sehari-hari tercermin dalam berbagai hal, antara lain dalam persebaran pemukiman, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk, peristiwa alam, dan masih banyak buku Geografi untuk SMA Kelas X oleh Amir Khosim dkk 2008 14, gejala geografi adalah suatu rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain. Gejala-gejala geografi inilah yang mampu memengaruhi kehidupan manusia dalam kesehariannya. Apa saja gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari? Agar lebih memahaminya, simak ulasan lengkapnya berikut alam yang mengalami berbagai gejala geografi. Foto PixabayGejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hariDikutip dari buku Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X SMA karya Hartono 2007 21, gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari dibagi menjadi lima macam, di antaranya adalah sebagai yang terjadi pada lapisan atmosfer, biasanya berkaitan dengan perubahan musim maupun iklim. Gejala ini mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti Komoditas yang akan ditanam di sawah. Contohnya, ketika musim kemarau para petani memilih untuk menanam palawija, sedangkan ketika musim hujan petani akan menanam pakaian yang dikenakan penduduk. Contohnya, penduduk yang bertempat tinggal di wilayah yang beriklim dingin, pasti akan menggunakan pakaian berbahan tebal. Sebaliknya, di daerah beriklim panas, penduduknya pasti akan menggunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat. Gejala pada hidrosfer adalah gejala yang berkaitan dengan air, baik itu air tanah, air permukaan, atau air laut. Gejala ini mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti Besar kecilnya volume limpasan air permukaan selain dipengaruhi oleh curah hujan dan penggunaan lahan oleh kecilnya volume cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lahan terbuka untuk peresapan air ke dalam tanah. Semakin boros manusia dalam menggunakan lahan, maka semakin sedikit pula volume air tanah yang terkandung di gejala pada hidrosfer yang berkaitan dengan cadangan air di alam semesta. Foto PixabayGejala pada litosfer ini berkaitan dengan kondisi tanah, baik jenis batuan, jenis tanah, dan lain sebagainya. Gejala pada litosfer mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti Untuk mengurangi tingkat pengikisan tanah erosi pada lahan miring, maka metode konservasi seperti terasering dapat lahan harus memperhatikan daya dukung atau kemampuan lahannya untuk menghindari penurunan daya dukung lahan. Contohnya ketika ingin membuat sebuah kawasan perumahan elite, pastikan terlebih dahulu lapisan tanah di bawahnya, bukan berada di atas tanah yang pada biosfer ditunjukkan dengan adanya keragaman flora dan fauna, yang berdampak pada keanekaragaman konsumsi bahan pangan manusia. Gejala pada biosfer ditunjukkan pada fenomena berikut ini. Daerah penghasil padi mayoritas penduduknya pasti mengkonsumsi nasi dari beras. Sementara itu, di daerah penghasil jagung, mayoritas penduduknya menjadikan jagung sebagai sumber hewan juga bisa berpengaruh. Misalnya, di Indonesia penggunaan hewan seperti kuda, sapi, dan kerbau dapat membantu meringankan pekerjaan pada antroposfer berkaitan dengan interaksi manusia satu dengan manusia lainnya. Foto Pixabay5. Gejala pada AntroposferGejala pada antroposfer berkaitan dengan kehidupan manusia dalam menjalankan kebiasaan, adat, dan budaya. Hal inilah yang menjadikan adanya perbedaan interaksi antara satu daerah dengan daerah adanya perbedaan ini bukan menjadi sebuah kelemahan. Justru manusia akan saling menguatkan, membutuhkan, hingga tolong-menolong terhadap sesama. Sebutkan salah satu peristiwa yang dipengaruhi gejala pada atmosfer!Sebutkan salah satu gejala yang terjadi pada hidrosfer!Apa yang dimaksud dengan gejala antrosposfer?
ViewPENDEKATAN AA 1PENDEKATAN GEOGRAFI Kelompok 4 -Erin -Namira -Alwa -Sandika -Fakhri -Fahmi Pendekatan geograf Pendekat an keruanga n Pendekat an regional Pendekat an
Gejala geografi atau fenomena geografi sering kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, hal ini tercermin dalam berbagai macam peristiwa, seperti persebaran pemukiman, persebaran pusat aktivitas penduduk sekolahan, industri, perdagangan, dll, dan peristiwa alam tanah longsor, gempa, perubahan iklim, dll. Pernahkah kamu sadari bahwa peristiwa-peristiwa tersebut banyak yang berkaitan dengan kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung? Berikut ini adalah 5 gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari. 5 Gejala Geografi Dalam Kehidupan Sehari-hari1. Gejala Pada Atmosfer2. Gejala Pada Hidrosfer3. Gejala Pada Litosfer4. Gejala Pada Biosfer5. Gejala Pada AntroposferDaftar Pustaka 1. Gejala Pada Atmosfer Gejala yang terjadi pada lapisan atmosfer biasanya berkaitan dengan perubahan musim yang dapat berperngaruh terhadap a. Komoditas yang akan ditanam di sawah. Contohnya ketika sedang musim kemarau para petani memilih untuk menanam palawija, sedangkan ketika musim hujan petani akan menanam padi. b. Jenis pakaian yang dikenakan penduduk. Contohnya penduduk yang bertempat tinggal di wilayah yang beriklim dingin pasti akan menggunakan pakaian berbahan tebal. 2. Gejala Pada Hidrosfer Gejala pada hidrosfer berkaitan dengan air, baik itu air tanah, air permukaan atau air laut. Gejala-gejala yang terjadi pada hidrosfer antara lain a. Besar kecilnya volume limpasan air permukaan selain dipengaruhi oleh curah hujan, juga dipengaruhi penggunaan lahan oleh manusia. b. Besar kecilnya volume cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lahan terbuka untuk peresapan air ke dalam tanah, semakin boros manusia dalam penggunaan lahan. Maka semakin sedikit pula volume air tanah di dalamnya. 3. Gejala Pada Litosfer Gejala pada litosfer ini berkaitan dengan kondisi tanah, baik dari batuan, jenis tanah, dan lain sebagainya. Untuk gejala-gejala yang terjadi pada lapisan litosfer yaitu a. Untuk mengurangi tingkat pengikisan tanah erosi pada lahan miring, maka dalam pemanfaatan tanah tersbut dibuatlah terasering sengkedan untuk mengurangi terjadinya longsor. b. Untuk menghindari penurunan daya dukung lahan, maka pemanfaatan lahan harus memperhatikan daya dukung atau kemampuan lahannya. Contohnya ketika ingin membuat sebuah kawasan perumahan elite, pastikan dulu lapisan tanah di bawahnya bukan berada di atas tanah yang rawan. 4. Gejala Pada Biosfer Keragaman flora dan fauna menyebabkan keanekaragaman konsumsi bahan pangan. Misalnya pada daerah penghasil padi mayoritas penduduknya pasti mengkonsumsi nasi dari beras. Sedangkan pada daerah penghasil jagung, maka mayoritas menggunakan jagung sebagai sumber karbohidrat. Keberadaan dari hewan juga berpengaruh demikian, misalnya di Indonesia menggunakan kuda, sapi, kerbau untuk membantu pekerjaan sehari-hari. 5. Gejala Pada Antroposfer Gejala pada antroposfer ini berkaitan dengan manusai baik dalam kebiasaan, adat dan budaya. Hal ini menjadikan perbedaan interaksi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun dengan adanya perbedaan ini bukan malah menjadikan sebuah kelemahan, tetapi menjadi alasan untuk saling menguatkan. Karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling menjaga. Nah seperti biasa, untuk mengetahui pemahaman kamu mengenai materi gejala geografi pada kegiatan sehari-hari, di bawah ini ada satu pertanyaan. Pertanyaan Sebutkan salah satu contoh gejala pada antroposfer dalam kehidupan sehari-hari! Jika sudah ketemu jawabannya langsung diisi dikolom komentar yaa, dan jangan lupa untuk mempelajari pendekatan geografi untuk mengatasi suatu fenomena yang terjadi di geosfer. Demikian pembahasan mengenai gejala geografi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, semoga penjelasan di atas bisa menambah wawasanmu… Sekian dan terimakasih… Daftar Pustaka Hartono. 2009. Geografi 1 Jelajar Bumi dan Alam Semesta. Jakarta CV. CITRA PRAYA Khalid, Pengantar Geografi-Pemahaman Paradigma Geografi Sejati, Gresik, UPT Penerbitan dan Percetakan UNS UNS Press. Daldjoeni, 1982, Pengantar Geografi, Bandung, Penerbit Alumni. Originally posted 2020-04-28 133008.
3 Di bawah ini adalah gejala-gejala geografi: 1. Jenis-jenis tanah 4. Terjadi pergerakan angin 2. Terjadi badai tropis 5. Erosi di lereng gunung 3. Pola pengaliran sungai 6. Terjadi perubahan suhu Yang termasuk gejala geografi yang berkaitan dengan fenomena atmosfer adalah . a. 1, 2 dan 3 4. 2, 4 dan 5 b. 2, 4 dan 6 e. 4, 5 dan 6 c. 1, 3
Kali ini kita akan membahas lengkap mengenai pendekatan geografi yang sering digunakan oleh peneliti dan praktisi serta juga sering dipelajari dalam dunia pendidikan baik di SMA maupun juga di perkuliahan. Kebanyakan orang, ketika mendengar kata “geografi”, hal yang paling terbayangkan pertama kali adalah mempelajari masalah bumi, samudera, benua, lapisan bumi, gunung berapi dan lain sebagainya. Padahal ya, pada kenyataannya geografi ini sangat luas sekali untuk dipelajari. Supaya lebih memahami tentang ilmu geografi, baca dahulu artikel yang mengulas Ilmu Geografi dan Cabang Ilmunya. Salah satu hal yang dipelajari dalam ilmu geografi adalah pendekatan untuk mempelajari ilmu geografi itu sendiri. Ingin tau lebih mengenai ini ? Yuk, langsung saja pada pembahasan utamanya ya. Daftar Isi 1Pengertian Pendekatan Geografi3 Pendekatan Geografi1. Pendekatan Keruangan2. Pendekatan Ekologi3. Pendekatan Kompleks Wilayah Pengertian Pendekatan Geografi Secara umum, pendekatan geografi merupakan sebuah cara pandang terhadapat ilmu geografi dalam hal mengkaji dan memahami sebuah gejala yang ada di fenomena geosfer. Pada kenyataannya, setiap ilmu pasti memiliki pendekatannya masing-masing untuk menganalisis sebuah fenomena begitu juga ilmu geografi. Terdapat 3 pendekatan dalam ilmu geografi, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi dan juga pendekatan wilayah kompleks. 1. Pendekatan Keruangan Pendekatan yang pertama digunakan adalah pendekatan keruangan, yaitu pendekatan yang mengkaji persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Sebagai contoh untuk pendekatan keruangan adalah untuk pembukaan sebuah pemukiman baru yang berpotensi menjadi padat penduduk, maka hal yang harus dipertampangkan adalah semua hal yang berkaitan dengan wilayah yang digunakan. Aspek ini mulai dari kondisi tanah, kondisi bencana, air tanah dan lain sebagainya. 2. Pendekatan Ekologi Pendekatan geografi yang kedua adalah pendekatan ekologi. Pendekatan ini mengkaji sebuah fenomena dibandingkan dengan interaksi antara organisme hidup dan lingkungan yang menjadi objek kajiannya. Jadi, hal yang paling menonjol adalah bagaimana cara mempelajari interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut. Manusia tergantung kepada alam Manusia menguasai alam Manusia saling mempengaruhi ala 3. Pendekatan Kompleks Wilayah Nah, yang terakhir adalah pendekatan analisis kompleks wilayah. Pendekatan ini merupakan pendketan yang spesifik pada hubungan atau interaksi antarwilayah yang saling membutuhkan dan kerjasama. Misalnya yang paling mudah adalah adanya perdangan yang terjadinya pertukaran antar kebutuhan komoditas. Pertukaran ini terjadi karena setiap wilayah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam produksi hasil kekayaan alamnya. Sebenarnya, penjelasan diatas sudah sangat Aku singkat sedemikian rupa supaya tidak panjang dan bertele-tele. Semoga mudah dipahami ya. Artikel Terkait Lainnya Memahami Apa itu Penginderaan Jauh Budaya Lokal Adalah Pertanyaan Umum Apa yang dimaksud dengan pendekatan keruangan?Pendekatan keruangan , yaitu upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Pendekatan kewilayahan?Kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan,dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakteristik wilayah yang khas dan dapat dibedakan satu sama lain. Pendekatan spasial adalah suatu?Metode untuk memahami gejala tertentu agar mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam melalui media ruang yang dalam hal ini variabel ruang mendapati posisi utama dalam setiap analisis
PengertianKetidakadilan Sosial. Ketidakadilan sosial sendiri merupakan sebuah keadaan dimana adanya hal yang tidak adil yang dialami oleh beberapa orang ketika menghadapi sebuah masalah yang muncul. Biasanya ketidakadilan ini muncul dikarenakan adanya hal yang tidak sesuai dengan kenyataannya, misalnya tidak samanya dari hukum yang berlaku
- Geografi merupakan salah satu bidang ilmu yang memiliki sejarah panjang di peradaban manusia. Telah dipelajari sejak abad-abad sebelum masehi oleh para pemikir Yunani kuno, geografi tumbuh menjadi ilmu yang semakin kompleks dari masa ke masa hingga mencakup objek kajian luas pada era sejarah perkembangannya, geografi tumbuh menjadi ilmu empiris sekaligus terapan yang membawa resonansi luas. Ketika masih terbatas pada kajian letak lokasi dan batas wilayah, ilmu geografi telah menjelma sebagai kajian dengan basis data faktual yang akurat, dan menghasilkan produk akhir yang memberi banyak manfaat bagi manusia, yakni awalnya ia dikembangkan untuk keperluan inventarisasi data wilayah, geografi memberi banyak pengetahuan soal permukaan bumi, sesuatu yang sangat penting bagi peradaban manusia. Di sisi lain, sebagai imbas dari kajian permukaan bumi, geografi juga berkembang menjadi bidang ilmu yang memakai metode komparasi guna memahami perbandingan antarwilayah. John A. Matthews dan David T. Herbert dalam buku mereka, Geography A Very Short Introduction 2008106 menjelaskan karakteristik khas dari geografi tersebut mengantarkan ilmu ini menjadi sumber pengetahuan untuk pengelolaan ruang, wilayah, dan bentang alam, iklim, biota, dan kondisi tanah, yang merupakan salah satu bagian dalam ilmu geografi, tidak hanya menyediakan pemahaman ilmiah akan perubahan lingkungan dan efek aktivitas manusia di suatu wilayah. Lebih luas lagi, ia memberikan basis bagi lahirnya ilmu terapan yang membantu manusia dalam kegiatan eksploitasi maupun konservasi sumber daya alam. Sebagai contoh, kembali menukil penjelasan Matthews dan Herbert 2018, pemanfaatan metode survei lahan di Inggris menunjukkan sumbangan besar para ahli geografi terhadap perkembangan awal kebijakan perencanaan wilayah di kota maupun desa. Hal yang sama membantu pemerintah kolonial lebih cepat mengeksploitasi sumber daya alam di berbagai negara jajahan pada masa saat imperialisme mendunia. Tradisi eksplorasi alam yang melekat dalam ilmu geografi membuat para ahli bidang ini geograf berperan sebagai 'guru' yang memberi tahu banyak orang mengenai sifat dan tatanan lingkungan tempat mereka tinggal. Sifat dan tatanan itu tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam melainkan juga budaya manusianya. Bisa diambil kesimpulan, sebagai ilmu yang mengkaji berbagai faktor yang kompleks terkait suatu tempat di permukaan bumi, kajian geografi bisa mencakup 2 unsur sekaligus aspek fisik alam dan aspek sosial manusia. Mengutip artikel bertajuk "Geografi dalam Perspektif Filsafat Ilmu" dalam jurnal Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No. 1, 2019, keberadaan 2 aspek tadi menuntut kajian geografi menyediakan analisis sintesis yang komprehensif mengenai suatu fenomena itu, masih merujuk ulasan yang sama, kajian geografi perlu menggunakan tiga pendekatan utama. Adapun ketiganya adalah Pendekatan Keruangan, Pendekatan Kelingkungan Ekologis, dan Pendekatan Kompleks Wilayah. Tiga pendekatan di atas menjadi ciri khas geografi yang tidak terdapat dalam ilmu lain. Lalu, apa yang dimaksud dengan Pendekatan Kompleks Wilayah, Pendekatan Keruangan, dan Pendekatan Ekologis dalam ilmu geografi?Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, & Ekologis Ketika ilmu pengetahuan memasuki abad modern, berkembang arus pemahaman bahwa geografi perlu menyediakan kajian yang komprehensif mengenai permukaan bumi. Maka, lahirlah apa yang disebut geografi terpadu Integrated Geography. Dalam penerapan geografi terpadu, peran dari 3 pendekatan di atas menjadi penting. Menurut Matthews dan Herbert 2018 82-83, istilah 'geografi terpadu' muncul ketika kebutuhan agar bidang studi ini mencakup aspek fisik sekaligus aspek manusia sosial semakin besar. Sebab, ada banyak penelitian tentang kewilayahan yang memerlukan kombinasi antara kajian aspek fisik dan contohnya, penelitian mengenai dampak eksplorasi sumber daya alam, bencana, hingga perubahan lingkungan tidak dapat hanya berkutat pada aspek fisik kondisi alam, melainkan juga musti memperhatikan unsur peran manusianya. Cakupan kajian dalam 'geografi terpadu' tersebut tidak hanya memperluas objek kajian dalam ilmu ini. Ia pun memperbanyak jenis pendekatan dalam geografi. Manfaat dari perkembangan ini adalah geografi terus mampu menjawab berbagai isu mutakhir sekaligus menjembatani disiplin sains dan ilmu-ilmu sosial. Sebagaimana dikutip dari Modul Geografi 2020 terbitan Kemdikbud serta sejumlah sumber yang lain, berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan pendekatan Keruangan, Pendekatan Ekologi dan Pendekatan Kompleks Wilayah. 1. Pengertian Pendekatan KeruanganPendekatan Keruangan adalah pendekatan dalam bidang geografi yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam pendekatan keruangan berfokus kepada analisa sintesis tentang variasi perbedaan lokasi di permukaan bumi, dan faktor-faktor dominan yang memengaruhi perbedaan tersebut. Titik berat pendekatan ini terletak di aspek terkait ruang. Adapun ruang merupakan keseluruhan ataupun sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan, dan juga manusia. Kondisi ruang itu kemudian dikaji dari segi perbedaan lokasi, sifat, struktur, pola, serta proses perkembangannya. Perbedaan lokasi dan sifat ruang berhubungan dengan kedudukan suatu wilayah. Sedangkan aspek struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang, yakni titik, garis, dan area. Sementara pola keruangan menunjukkan distribusi tiga elemen di atas. Distribusi elemen-elemen itu bisa membentuk pola memanjang, radial, dan lain sebagainya. Jika elemen-elemen itu berubah maka berarti terjadi proses menggunakan pendekatan keruangan, ahli geografi akan berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran gejala alam. Tujuan memahami faktor-faktor itu adalah menemukan cara untuk mengubah pola sehingga bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, analisis dengan pendekatan keruangan tertuju pada perbedaan karakteristik suatu wilayah, baik yang menyangkut kondisi alam maupun Pengertian Pendekatan Ekologis KelingkunganDisebut juga dengan istilah Pendekatan Kelingkungan, Pendekatan Ekologis adalah pendekatan di kajian geografi yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang kajian dalam pendekatan ekologis terletak pada interaksi antara manusia dengan lingkungan alam. Itulah kenapa, dipakai istilah pendekatan ekologis. Sebab, istilah ekologis merujuk kepada ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. Dalam kaca mata ilmu geografi, lingkungan mencakup dua aspek, yakni perilaku organisme serta fenomena alam. Sisi perilaku manusia itu menyentuh unsur perkembangan gagasan dan kesadaran lingkungan. Pengamatan terhadap interelasi keduanya menjadi ciri khas pendekatan ekologis. Analisis dalam kajian yang menggunakan pendekatan ekologis bisa diarahkan untuk menjawab 6 pertanyaan khas dalam geografi, yakni 5W + 1H. Keenam pertanyaan geografi itu adalah sebagai berikut What apa untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi When kapan untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam Where di mana untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung Why mengapa untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam Who siapa untuk mengetahui pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam. How bagaimana untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam. 3. Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah Pendekatan kompleks wilayah adalah perpaduan dari pendekatan keruangan dan ekologis. Dalam pendekatan kompleks wilayah, analisis tertuju pada kajian komprehensif terhadap suatu wilayah yang meliputi aspek fisik dan aspek sosial manusia.Analisis dalam pendekatan ini menitikberatkan pada areal differentiation. Maksud dari istilah areal differentiation adalah adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan karakteristik itu mendorong suatu wilayah berinteraksi dengan wilayah lain. Proses yang dikenal sebagai "interaksi antar-ruang" itu terjadi seiring dengan adanya permintaan kebutuhan dan penawaran ketersediaan. Contoh Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, serta Ekologis Untuk lebih memahami 3 pendekatan geografi di atas, perlu untuk melihat bagaimana contoh dari penggunaan ketiganya dalam analisis di bidang ini. Sesungguhnya, ada banyak contoh objek kajian geografi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, ekologis maupun kompleks wilayah. Contoh-contoh di bawah ini merupakan gambaran sederhana tentang penggunaan tiga pendekatan geografi itu untuk menganalisis berbagai fenomena geosfer dalam kehidupan. 1. Contoh Pendekatan KeruanganDalam pendekatan keruangan, terdapat 2 fokus analisis. Pertama, penyebaran penggunaan ruang yang telah ada. Kedua, penyebaran ruang yang akan dipakai untuk berbagai kegunaan yang sudah direncanakan. Pendekatan keruangan dapat digunakan untuk menganalisis fenomena alam yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang bisa dianalisis adalah bencana alam. Contohnya mengapa Pulau Sumatra dan Pulau Jawa mempunyai indeks risiko gempa bumi sangat tinggi dibandingkan dengan Pulau Kalimantan. Analisis dengan pendekatan keruangan akan menunjukkan faktor-faktor dominan yang memberi pengaruh besar terhadap perbedaan risiko gempa bumi di 3 pulau tersebut. Faktor penyebab perbedaan risiko gempa itu bisa dari kondisi geologis yang berbeda antara Pulau Sumatra dan Jawa dengan Pulau Kalimantan. Faktor risiko gempa lainnya, bisa juga dipengaruhi oleh kepadatan bangunan dan populasi di tiga pulau itu yang tidak sama. 2. Contoh Pendekatan EkologisContoh pendekatan ekologis bisa diterapkan untuk menganalisis fenomena bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia saban musim hujan datang. Banjir rutin biasanya terjadi di Jakarta, kawasan pantura Jawa, sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatra serta masih banyak lagi. Untuk menganalisis fenomena bencana banjir di suatu wilayah, implementasi pendekatan ekologis bisa bermula dengan pengumpulan data sebagai berikut Kondisi fisik yang memicu banjir, seperti jenis tanah, topografi, vegetasi di lokasi bencana. Sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan alam di lokasi tersebut. Kegiatan budi daya yang ada kaitannya dengan alih fungsi lahan. Hubungan antara budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan banjir. Hasil analisis terhadap data-data di atas kemudian digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah, yakni mencegah bencana banjir Contoh Pendekatan Kompleks WilayahAnalisis dengan pendekatan kompleks wilayah bisa diterapkan dalam perancangan/perencanaan kawasan permukiman. Sebagai contoh, pendekatan kompleks wilayah bisa dipakai untuk analisis terhadap kelayakan wilayah di Pulau Kalimantan untuk lokasi transmigrasi. Ada dua langkah yang bisa dilakukan dalam analisis dengan pendekatan kompleks wilayah melakukan identifikasi wilayah potensial di Pulau Kalimantan yang memenuhi persyaratan minimum untuk menjadi wilayah permukiman baru bagi transmigran. Syarat minimum itu seperti kesuburan tanah, tingkat kemiringan lereng, kondisi sumber air, dan lain sebagainya. Kedua, melakukan identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam pengembangan kawasan transmigrasi pendekatan kompleks wilayah yang lainnya adalah analisis soal bencana banjir di kawasan DKI Jakarta. Dengan pendekatan kompleksitas wilayah, kajian soal banjir Jakarta bisa dilakukan dengan pengumpulan data sebagai berikut Peta kawasan di Jakarta yang sering dilanda banjir saat musim hujan Kondisi geologis dan topografi wilayah-wilayah yang kerap dilanda banjir Tingkat kepadatan bangunan dan penduduk di lokasi rawan banjir Aktivitas manusia yang memicu banjir alih fungsi lahan, pembuangan sampah ke sungai Kualitas sistem sanitasi atau saluran air di wilayah rawan banjir dan sekitarnya Keterkaitan banjir Jakarta dengan kondisi di kawasan hulu, seperti Bogor Tingkat rata-rata curah hujan di Jakarta dan area hulu saat terjadi banjir Alih fungsi lahan dan pengurangan vegetasi di kawasan hulu. Dari analisis terhadap hasil pendataan di atas, kemudian bisa disimpulkan kompleksitas penyebab banjir di Jakarta. Dari hasil analisis itu, lalu bisa diketahui pula tingkat risiko banjir di Jakarta. Lebih penting lagi, analisis itu musti berujung pada perumusan konsep perencanaan wilayah yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir dan mencegah bencana ini terus berulang saban tahun di juga Eksploitasi Alam Sejak Masa Kolonial Penyebab Banjir di Lebak Penyebab Banjir Kalsel Menurut Analisis LAPAN, Aktivis, dan KLHK - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Yantina Debora
Iniadalah bagian akhir dari UKBM pengetahuan dasar geografi (UKB GEO /1/1-1) ), sekarang kalian boleh melanjutkan ke UKBM (UKB GEO 3.2/4.2/1/1-2) SELAMAT BELAJAR DAN SUKSES, KALIAN ADALAH GENERASI CERDAS Geografi - semester 1 - SMA Islam Terpadu Nuursshidiiq 13 f. Related Papers.
Pengertian Geografi Geografi berasal dari kata geographyca bahasa Yunani.Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi pemerian.Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi. Secara umum, definisi geografi ialah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi, meliputi geografi fisik, geografi manusia, geografi teknik geografi manusia-lingkungan, perencanaan dan pengembangan wilayah, ekologi budaya dan juga politik, penelitian resiko bencana serta geografi sejarah. Sedangkan secara husus Geografi Ialah ilmu yang mempelajari fenomena fisik dan manusia di atas bumi. Terdapat banyak cabang ilmu geografi dimana ruang lingkup geografi mencakup banyak sekali bidang dan aspek geografi. Dalam ilmu geografi juga terdapat 4 empat prinsip geografi. Prinsip-prinsip geografi yang ada mencakup prinsip distribusi penyebaran, interelasi keterkaitan, deskripsi penggambaran dan juga korologi gabungan. Sementara itu aspek aspek geografi dibedakan menjadi dua yaitu aspek fisik topografi, biotik, non-biotik serta aspek sosial ekonomi, budaya, politik. Ilmu geografi dipelajari mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dalam kaitannya dengan wilayah Indonesia, geografi juga berguna untuk menentukan letak geografis Indonesia beserta kondisi wilayah, pengaruh dan dampak lain yang ditimbulkan. Metode pembelajaran geografi juga mengikuti sejumlah prinsip utama geografi. Ilmu geografi juga mempunyai prinsip dasar geografi yang jumlahnya ada empat. Adapun definisi prinsip geografi ialah sebuah yang paling dasar dalam pengkajian, penjabaran, pengungkapan, penelitian dan penyajian gejala, variabel, faktor dan masalah-masalah geografi yang ada dalam fenomena geosfer. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Macam Ilmu Geografi dan Penjelasannya Geografi Menurut Para Ahli Batasan geografi sangat banyak dan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan peradaban ini adalah beberapa tokoh dengan definisi atau batasannya masing-masing Sidney dan Donal Mulkerne, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan tentang bumi dan kehidupan makhluk yang ada di atasnya. Hartshorne, menyatakan bahwa geografi berguna untuk memberikan deskripsi yang beraturan dan teliti dari permukaan bumi. Starbo, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik tertentu pada suatu wilayah dan memperhatikan hubungan antara berbagai tempat. Yeates, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi di permukaan bumi. Alexander, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Bintaro, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi; menganalisis gejala alam dan penduduk; mempelajari corak yang khas dalam kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu. Berdasarkan keputusan Lokakarya Nasional di Semarang 19 April 1988, dinyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan. Yang dimaksud dengan gejala geosfer ialah gejala-gejala alam yang berhubungan dengan litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Litosfer, yaitu kulit bumi termasuk permukaan tanah. Hidrosfer, yaitu perairan darat dan perairan laut. Atmosfer, yaitu udara yang menyelimuti bumi. Dalam menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dengan alam, geografi menggunakan sudut pandang geografi membahas suatu wilayah menurut kenyataan wilayah sangat memperhatikan cirri khas setiap wilayah. Dalam geografi, wilayah dapat diartikan sebagai luas atau sempitnya suatu bagian permukaan bumi. Wilayah yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Setelah geografi dengan sudut pandang kewilayahan akan memberikan kejelasan tentang interaksi saling berhubungan dan interdepensi saling ketergantungan antara manusia dengan alam di lingkungan hidupnya. Persamaan dan perbedaan gejala geosfer dipelajari dengan sudut pandang kewilayahan dan konteks keruangan, yaitu ruang tempat hidup manusia. Di salam ruang tersebut terdapat hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan alam. Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana interaksi antara manusia dengan lingkungannya dan tingkat hidup mereka. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Objek Studi Geografi Beserta Penjelasannya LENGKAP Konsep Dasar Geografi Ada beberapa konsep dasar geografi, yaitu sebagai berikut. Konsep aglomerasi, yaitu persebaran gejala geografi yang mengelompok di suatu tempat karena ada faktor-faktor yang menguntungkan. Contohnya penduduk biasanya bertempat tinggal di daratan rendah yang subur. Konsep diferensi area, yaitu adanya perbedaan cirri khas suatu daerah dengan daerah lain. Konsep interaksi dan interdepensi, yaitu peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi gejala alam. Konsep jarak, yaitu berkaitan dengan proses pencapaian ke suatu lokasi dan perhitungan jarak antara satu tempat ke tempat lain. Konsep keterjangkauan, yaitu tersedianya sarana dan prasarana untuk mencapai suatu wilayah. Misalnya, transportasi di saerah rendah lebih mudah dibandingan transportasi di pegunungan. Konsep keterkaitan keruangan, yaitu hubungan antara persebaran gejala geografi di suatu tempat dengan gejala lain. Konsep lokasi, yaitu konsep yang sangat penting dalam geografi. Konsep ini ada dua, yaitu lokasi relatif dan lokasi absolut. Lokasi relatif adalah lokasi yang didasarkan pada keadaan daerah sekitar. dan Lokasi absolut adalah lokasi yang didasarkan pada garis lintang dan gars bujur. Konsep morfologi, yaitu konsep yang berhubungan dengan relief bentuk permukaan bumi yang berbeda-beda sehingga kegunaanya pun berbeda. Konsep nilai kegunaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan manfaat fenomena yang ada. Misalnya, daerah wisata bagi wisatawan merupakan tempat rekreasi, tetapi bagi pedagang merupakan tempat yang menguntungkan untuk berdagang. Konsep pola, yaitu berkaitan dengan persebaran fenomena permukiman, sungai, jenis tanah, dan pengembangan kota. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Definisi Geografi Menurut Para Ahli Lengkap Cabang-cabang Geografi Secara global geografi dibagi menjadi beberapa cabang. Kembali pada pengertian geografi di yang ada di atas, beberapa cabang geografi tersebut ialah sebagai berikut Biogeografi, yakni bidang ilmu yang mempelajari tentang disitribusi organisme di dalam permukaan bumi. Paleontologi, yakni ilmu yang mempelajari mengenai sejarah kehidupan di muka bumi, termasuk kehidupan tumbuhan, hewan di zaman prasejarah yang sudah menjadi fosil. Hidrologi, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang distribusi, pergerakan, siklus, sumber daya, dan juga kualitas air yang ada di seluruh bumi. Hidrogeologi, yakni cabang dari hidrologi yang hanya fokus mempelajari tentang pergerakan air yang ada di dalam tanah dan batuan pada kerak bumi. Oseanografi, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari semua hal yang terkait dengan lautan. Geologi, yakni ilmu yang mempelajari tentang bumi secara khusus, mulai dari komposisi, struktut, sifat fisik, dan proses pembentukanya. Geokimia, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari terkait komposisi kimia yang merupakan bagian dari bumi. Geomorfologi, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk lahan dan proses yang mengakibatkan pembentukan lahan. Geofisika, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi dalam kaitannya dengan prinsip-prinsik fisika. Mineralogi, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mineral, mulai dari sifat kimia, struktur kristal dan fisika dari mineral tersebut. Petrologi, yakni cabang dari geologi yang fokus mempelajari tentang batuan dan kondisi pembentukannya. Vulkanologi, adalah ilmu yang mempelajari mengenai gunung berapi, magma, lava, dan fenomena geologi yang berhubungan. Demografi, adalh ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai penduduk, mulai dari komposisi penduduk hingga jumlah penduduk suatu wilayah. Antropologi, adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, khususnya tentang ciri-ciri, warna kulit, bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaan manusia. Astronomi, adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-beda langit di luar atmosfer bumi. Misalnya bintang, bulan, matahari, dan ruang angkasa. Geografi Matematik, adalah cabang geografi yang berhubungan dengan perkiraan ukuran, bentuk, serta gerakan bumi. Geografi Historik, adalah cabang geografi yang mempelajari tentang sejarah dan perkembangan bumi. Geografi Regional, adalah cabang geografi yang khusus mempelajari wilayah atau kawasan tertentu di bumi. Geografi Politik, adalah cabang geografi yang secara khusus melakukan pengkajian mengenai kondisi politik untuk kepentingan negara secara geografis. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Macam Ilmu Penunjang Geografi LENGKAP Pendekatan dan Aspek Geografi Pendekatan Geografi Dalam geografi dekenal beberapa pendekatan, yaitu pendekatan ruangan spatial approach, pendekatan ekologi ecological approach, pendekatan kronologi history approach, dan pendekatan sistem system approach. 1. Pendekatan Keruangan {Spatial Approach} Pendekatan keruangan adalah mempergunakan prinsip-prinsip yang berlaku, yaitu prinsip persebaran, interelasi, dan keruanagn ini meliputi sebagai berikut. Pendekatan Topik Untuk pendekatan suatu gejala atau masalah dalam studi geografi dapat dimulai dari topik utama yang menjadi perhatian utama, misalnya di suatu daerah di ungkapkan jenis, sebab, persebaran, intensitas, dan interelasinya dengan gejala lain dan masalah secara keseluruhan. Dengan begitu, masalah geografi di daerah tersebut dapat di ungkap secara lebih luas. Pendekatan topik dapat di lakukan terhadap topic-topik lainnya, seperti kekurangan air, erosi, industri, pengangguran, dan kenakalan melakukan pendekatan topik, pada prinsipnya tidak boleh terlepas hubungannya dengan ruang yang menjadi topik geografi seperti keadaan fisis dan manusianya harus diikutsertakan dalam pendekatan ini. Berdasarkan landasan keruangan, kita dapat mengungkapkan karakteristik masalah kelaparan di wilayah tertentu dibandingkan dengan masalah kelaparan di daerah lain. Pendekatan Aktifitas Manusia Dalam pendekatan utamanya, pendekatan ini di arahkan kepada aktivitas manusianya. Aktivitas penduduk dapat ditinjau dari persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berhubungan dengan aktivitas itu. Dari persebaran penduduk, kita dapat membedakan jenis aktivitas sehubungan dengan mata apakah aktivutas itu berlangsung di daratan rendah, di daratan tinggi atau pegunungan, di pantai, dan sebagainya. Dengan adanya persebaran kegiatan penduduk tadi, dapat pula di ungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, keadaan geologi, keadaan tinggi rendah permukaan, dan karena itu, kita dapat membuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan persebaran dalam ruangan. Pendekatan Regional Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas dan membedakan diri dari region-region yang lain. Adapaun pendekatan region adalah mendekati suatu gejelah atau masalah dari region atau wilayah tempat gejala tadi ditekankan kepada region yang merupakan ruang atau wadahnya, bukan kepada topik atau aktifitas maslah pantai. Dalam hal ini, kita mengungkapkan masalah abrasi saja yang menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai. Lalu, kita dapat mengungkapkan interelasi abrasi dengan penanaman hutan bakau mangrove di hutan bakau di pantai dapat menguangi abrasi pantai?Kita dapat membandingkan kondisi antara pantai yang tidak ditumbuhi pohon-pohon sebabnya antara pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional sukar dipisahkan satu sama lainnya. Hal itu terjadi karena suatu pendekatan akan membantu pendekatan lainnya. 2. Pendekatan Ekologi {Ecological Approach} Pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan suatu konsep san prinsip manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau dapat dikatakan sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan persebaran dan aktivitas manusia. Pandangan dan penelaahan ekologi di arahkan kapada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam. Pendekatan ekologi dapat mengungkapkan masalah persebaran dn aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan dan sebagainya. 3. Pendekatan Kronologi {History Approach} Pendekatan kronologi history atau sejarah dapat menjelaskan dimensi waktunya dan dapat pula menjelaskan pertumbuhan dan geografi dalam meneliti dan menganalisis gejala melalui konsep regional tidak hanya memperhatikan urutan waktu sebagai faktor ruang, melainkan juga harus memperhatikan tempat sebagai faktor kronologi suatu gejala atau masalah pada ruang tertentu dapat kita lakukan sebagai berikut Mengkaji perkembangannya Melakukan prediksi proses gejala atau masalah tadi pada masa-masa yang akan datang Melakukan pengkajian dinamika dan perkembangan suatu gejala geografi di daerah atau wilayah tertentu. Meneliti, menganalisis, dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan historis, artinya dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya. Kita akan dapat melihat kecenderungan ke arah mana kota itu tumbuh berkembang. 4. Pendekatan Sistem {System Approach} Pendekatan sistem adalah mode berpikir sintetik yang diterapkan kepada masalah yang merupakan suatu sistem Nursid Sumaadja, 1981.Mode berpikir sintetik adalah mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar. Pendekatan sistem diartikan sebagai suatu metodologi yang digunakan untuk mendekati, menelaah, dan mengkaji sistem gejala geografi dan sistem keruangan spatial system. Aspek Geografi Untuk melakukan studi tentang berbagai aspek kehidupan dalam geografi maka harus dipelajari aspek-aspek secara geografi, yaitu pertanian, indusrti, permukiman, transportasi dan komunikasi, serta sumber daya. 1. Aspek Pertanian Berdasarkan tinjauan studi geografi, pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis, meliputi komponen-komponen tanah, iklim, hidrografi, topografi dengan segala proses alamiahny. Subsistem manusia meliputi tenaga kerja, kemampuan teknologi, tradisi, dan kemampuan ini kita akan mengkaji asosiasi berbagai variable pertanian dan diferensi pertanian. Pengkajian Asosiasi Variabe-Variabel Pertanian Untuk menelaah hubungan dua variable pertanian, misalnya hubungan antara penggunaan pupuk per satuan luas dengan produktifitas pertanian atau antara produktivitas tersebut dengan jarak dari saluran utama pengairan setempat, kita dapat menganalisisnya. Pengkajian Diferensi Areal Pertanian Analisis keruangan sector pertanian dilakukan terhadap areal pertanian yang cukup areal atau region pertanian yang cukup luas dapat ditentukan perbedaan-perbedaan areal yang lebih kecilberdasarkan macam-masam keadaan pengairannya, jenis tanahnya, kemampuan teknologi pertaniannya, dan jenis pertanian yang dikembangkannya. 2. Aspek Industri Industri dalam arti sempit adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi manufacturing industry.Industri sebagai suatu sistem merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem industri tersebut terutama kepada interelasi keruangan komponen-komponennya dan kepada pengorganisasian ruang dalam mengembangkan industri tersebut. Penerapan Teknologi Tepat Teknologi tepat teknologi adaptif, yaitu ahli teknologi dari negara-negara maju yang disesuaikan dan diserasikan dengan pertimbangan-pertimbangan keadaan lingkungan masyarakat yang menerapkannya Nursid Sumaadja, 1985.Penerapan teknologi adaptif pada sector industri, berarti • Tepat, sesuai dan serasi dengan kondisi fisis-geografis wilayah yang akan dikembangkan industrinya • Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi ekonomi setempat; • Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi demografi setempat; • Dapat memberikan lapangan usaha dan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat. Penentuan Lokasi dengan Persebarannya Dalam hal ini, aspek keruangan industri menyangkut pemecahan masalah kepadatan penduduk, persebaran penduduk, pengembangan daerah pedesaan, penjagaan pelestarian lingkungan hidup, dan industri dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional kesejahtraan penduduk, baik di pedesaan maupun di itu, lokasi persebaran industri ke daerah pedesaan harus sesuai dengan kondisi geografi daerah pedesaan yang bersangkutan. Diferensiasi Areal Industri Diferensiasi areal industri di arahkan kepada pemilihan kawasan yang tepat dan sesuai dengan jenis industri yang akan dikembangkan dikawasan tersebut. 3. Aspek Permukiman Permukiman adalah bagian bumi yang dihuni manusia, meliputi sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggal yang bersangkutan. Pada mulanya, manusia memilih tempat tinggal atau permukiman dengan syarat-syarat Cukup air Tanahnya subur Mudah untuk lalu lintas dan angkutan Mudah untuk menacari lapangan kerja Terlindung dari binatang buas 4. Aspek Transportasi dan Komunikasi Transportasi adalah pemindahan benda maupun manusia dari satu tempat ke tampat lain. Komunikasi adalah pergerakan atau perpindahan bukan berbentuk benda, melainkan berupa berita, gagasan, buah pikiran, dan dan komunikasi membawa pengaruh perkembangan dan perubahan fisik secara dan pembangunan transportasi serta komunikasi dapat digunakan sebagai prasarana dan sarana untuk mengembangkan dan memajukan daerah terpencil. 5. Aspek Sumber Daya Sumber daya adalah semua potensi dan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Persediaan ini akan menjadi sumber daya bilamana dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bahan pangan, tempat berlindung, penghangat badan, transportasi, dan sebagainya.Suatu potensi, baru akan menjadi sumber daya jika kemampuan budaya telah dapat memanfaatkannya. Kekayaan yang tersimpan di dalam bumi tidak akan berkembang atau belum bermanfaat jika kemampuan ilmu dan teknologinya belum di gunakan. Bagi bangsa yang tingkat ilmu dan teknologinya sudah maju atau tinggi, sumber daya yang berada di Negara lain sudah dapat di manfaatkan . Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Prinsip-Prinsip Geografi Distribusi, Korologi, Interelasi, Deskripsi Prinsip-prinsip Geografi Secara global ada 4 prinsip prinsip geografi yang ada, meliputi prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi. Berikut ini merupakan penjelasan dan mengenai prinsip geografi beserta contohnya, definisi, pengertian dan ruang lingkup geografi lengkap. Prinsip Distribusi Penyebaran Prinsip distribusi atau penyebaran merupakan salah satu dari 4 empat prinsip ilmu geografi yang paling utama. Manfaat dari prinsip persebaran ini digunakan untuk menelaah gejala dan fenomena geografi yang telah tersebar di permukaan bumi secara tidak sama dan juga tidak merata. Fenomena geografi yang diteliti dapat berupa bentang alam, tumbuhan, hewan dan juga manusia. Tujuan lain penggunaan prinsip penyebaran ini bisa mengungkap hubungan antara fenomena satu fenomena dengan fenomena yang lainnya secara merata. Selain itu adanya prinsip distribusi bisa digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang. Contoh prinsip distribusi penyebaran Persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia Persebaran potensi air yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya Persebaran total penduduk transmigran di Indonesia yang tidak merata Prinsip Interelasi Keterkaitan Prinsip geografi selanjutnya ialah prinsip interelasi atau keterkaitan. Fungsi prinsip interelasi ini digunakan untuk mempelajari hubungan yang saling terkait antara gejala satu dengan gejala geografi yang lain dalam satu ruang. Tujuan prinsip ini juga berguna untuk menguraikan hubungan yang ada di dalam ruangan tersebut antara satu gejala dengan gejala yang lainnya. Adanya hubungan yang saling terkait antara alam dan juga manusia maka dibutuhkannya prinsip keterkaitan atau sebab-akibat ini. Interelasi bisa terjadi antara alam dengan alam, manusia dengan manusia, maupun alam dengan manusia. Contoh prinsip interelasi keterkaitan Kekeringan yang terjadi sebagai dampak adanya fenomena La Nina Fenomena banjir akibat adanya penebangan hutan di wilayah hulu Kondisi iklim di Indonesia yang dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia Penduduk pesisir pantai banyak yang menjadi nelayan karena dekat dengan wilayah lautan Prinsip Deskripsi Penggambaran Prinsip deskripsi atau penggambaran menjadi salah satu prinsip geografi yang selanjutnya. Fungsi prinsip deskripsi dipakai untuk memberikan penjelasan lebih jauh tentang gejala-gejala yang terjadi di muka bumi yang bisa diamati. Prinsip deskripsi ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam terhadap karakteristik yang spesifik pada gejala-gejala geografi. Geografi menganut prinsip ini karna ditujukan untuk menggambarkan fenomena geosfer yang membuuhkan deskripsi baik melalui tulisan, tabel, gambar dan grafik yang dituangkan melalui fakta, gejala dan masalah sebab-akibat secara kualitatif atau kuantitatif. Contoh prinsip deskripsi penggambaran Tabel angka pengangguran di provinsi Jawa Timur Grafik peta lempeng tektonik di dunia Peta wilayah lautan di kawasan Asia Tenggara Gambar persebaran curah hujan di Indonesia Prinsip Korologi Gabungan Contoh prinsip geografi yang terakhir ini ialah prinsip korologi atau gabungan yang memadukan dari gabungan 3 prinsip geografi yang sudah pelajari sebelumnya. Fungsi prinsip korologi ini bertujuan untuk mempelajari gejala, fakta ataupun permasalahan yang ada di suatu tempat yang ditinjau dari persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya pada ruang tertentu. Prinsip korologi ini merupakan prinsip geografi yang komprehensif sebab memadukan prinsip-prinsip lainnya yakni prinsip distribusi, prinsip interelasi serta prinsip deskripsi dalam satu prinsip yakni prinsip korologi. Prinsip ini termasuk juga sebagai ciri-ciri geografi modern. Contoh prinsip korologi gabungan Untuk meneliti suatu masalah hujan harus diteliti mengenai persebaran curah hujan di Indonesia, apa penyebab adanya perbedaan curah hujan di berbagai daerah serta dampak yang ditimbulkan dari tingginya curah hujan yang ada di wilayah tertentu Untuk meneliti masalah suhu udara maka harus diteliti terlebih dahulu mengenai perbedaan suhu udara di pedesaan dan perkotaan, apa penyebab timbulnya pedesaan serta pengaruh banyaknya pepohonan yang ada di desa terhadap suhu udara di wilayah pedesaan disbanding wilayah perkotaan Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Sistem Informasi Geografi Contoh Penerapan Prinsip Geografi Prinsip menjadi dasar dalam melakukan copi uraian, pengungkapan, dan penyajian gejala, variabel, faktor, dan masalah geografi dalam fenomena geosfer. pada saat akan melakukan pendekatan terhadap objek yang akan dikaji, dasar atau prinsip ini harus selalu menjiwainya. secara teoritis prinsip geografi terdiri dari prinsip penyebaran distribusi, prinsip sebab akibat interelasi, prinsip penggambaran deskripsi, dan prinsip gabungan korelasi. 1. Prinsip penyebaran distriusi Prinsip ini mengkaji gejala dan fakta geografi baik yang berkenaan dengan alam maupun yang berkenaan dengan manusia yang tersebar di permukaan bumi. penyebaran dan gejala dan fakta geografi di permukaan bumi tidak merata di setiap wilayah. dengan melihat dan menggambarkan berbagai gejala dan fakta geografi dalam peta,  maka kita akan dapat mengungkapkan hubungannya antara satu sama lainnya. selanjutnya juga akan dapat memprediksi keadaanya di kemudian hari. prinsip penyebaran menjadi kunci utama pada studi geografi karena dengan prinsip ini dapat pula dijelaskan prinsip-prinsip lainnya. Contohnya sebagai berikut Persebaran copi flora dan fauna di Indonesia yang dibagi menjadi 3 bagian menurut garis Wallace dan garis Weber. Alasan …. dapat dikaji dalam prinsip prinsip sebab akibat interelasi, prinsip penggambaran deskripsi, dan prinsip gabungan korelasi.  Penduduk di daerah suburnya biasanya membuat pemukiman yang mengelompok, sedangkan penduduk copi di daerah pegunungan membuat pemukiman yang tersebar. alsan …. dapat dikaji dalam prinsip sebab akibat interelasi, prinsip penggambaran deskripsi, dan prinsip gabungan korelasi. 2. Prinsip sebab akibat interelasi Setelah melihat gejala dan fakta geografi dalam penyebarannya yang tidak merata dalam ruang atau wilayah-wilayah tertentu, akan dapat diungkapkan pula hubungan satu sama lain. prinsip interelasi dapat copi mengungapkan hubungan antara faktor fisik dengan faktor fisik, faktor manusia dengan faktor manusia, dan faktor fisik dengan faktor manusia. dari hubungan tersebut akan dapat diungkapkan karakteristik gejala atau fakta geografi di tepat atau wilayah tertentu. interlasi/hubungan seba-akibat gejala, fakta, atau faktor tersebut dapat diukur secara matematik dengan metode kuantitatip. Contohnya sebagai berikut Indonesia menjadi wilayah rawan gunung meletus karena copi dilewati oleh tiga sistem pegunungan api dunia ring of fire. tingkat kriminalitas di kota-kota besar masih lebih tinggi dibandingkan dengan di desa karena …. banjir di kota jakarta seringkali diakibatkan oleh perilaku penduduk yang tidak mempedulikan kelestarian lingkungan. 3. Prinsip Penggambaran deskripsi Penjelasan atau deskripsi merupakan suatu prinsip dalam studi geografi untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala atau masalah yang copi sedang dikaji. prinsip ini dapat dijelaskan melalui kata-kata, diaram, grafik atau tabel . bentuk-bentuk deskripsi tersebut akan memberikan penjelasan tentang apa yang sedang dikaji. Contohnya Prinsip Penggambaran wilayah rawan banjir di DKI Jakarta 30 persen berada di jakarta timur, 20 persen di jakarta barat, 10 persen di jakarta pusat, 20 pesen di jakarta selatan, dan 20 persen di jakarta barat. buat tabel, diagram, dan grafiknya. 4. Prinsip gabungan korelasi Prinsip ini merupakan prinsip geografi yang komperhensif karena memadukan prinsip-prinsip lainnya. prinsip korologi merupakan ciri copi dari geografi modern yang diperkenalkan oleh Alfred Hettner. pada prinsip ini gejala, fakta, dan maslah ditinjau dari penyebararannya, interelasinya, dan interaksinya dalam ruang. faktor, sebab, dn akibat terjadinya suatu gejala atau masalah selalu terjadi dan tidak dapat dilepaskan dari ruang yang bersangkutan. ruang ini memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk karena ruang merupakan satu kesatuan utuh. Contohnya Prinsip gabungan titik banjir di jakarta terpusat di sekitaran daerah aliran sungai ciliwung, pesanggrahan, dan kali angke. wilayah rawan banjir di DKI Jakarta 30 persen berada di jakarta timur, 20 persen di jakarta barat, 10 persen di jakarta pusat, 20 pesen di jakarta selatan, dan 20 persen di jakarta barat. banjir tersebut seringkali diakibatkan oleh perilaku penduduk yang tidak mempedulikan kelestarian lingkungan seperti copipaste tugas membuang sampah sembarangan, alih fungsi lahan di hulu sungai, dsb. hulu sungai-sungai tersebut meliputi wilayah bogor dan depok. jadi, untuk meminimalisir dampak banjir di jakarta diperlukan kerjasama antara pemimpin dan masyarakat bogor, depok, dan jakarta koperhensif=menyeluruh. Daftar Pustaka Ullman 1954, “Geografi adalah interaksi antar ruang†Dalam buku Geography a Spatial Interaction. Maurice Le Lannou 1959.“Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumiâ€Buku La Geographie Humaine.
Search Posisi Hubungan Yang Nyaman Beserta Gambar. Gambar 24 adalah taman minimalis belakang rumah yang benar" minimalis karena lahan yang di pakai sangat terbatas Download gambar mewarnai ini sebagai sarana melatih anak paud, anak tk, dan anak sd belajar menyusun warna diatas kertas Hubungan jalur dan ruang yang menghilang di dalam ruang 46 Gambar 26 Buatlah kuesioner yang menarik seperti
Gejala Atmosfer - Pengaruh perubahan suhu udara terhadap kebiasaan tingkah laku makhluk hidup. - Pengaruh angin laut terhadap banyaknya curah hujan, dan amplitudo suhu harian. - Cuaca dan Iklim yang berpengaruh pada vegetasi tumbuhan juga berpengaruh terhadap pola kehidupan manusia. Gejala Lithosfer - Adanya pertemuan gunung muda- Relief dan tanah yang terjal serta penuh dengan Daerah yang berkapur biasanya banyak ditemukan di gua-gua alam. Gejala Hidrosfer - Banyaknya penguapan, curah hujan tinggi. - Intensitas dan besarnya hujan sangat berpengaruh terhadap ketinggian permukaan air tanah. Gejala Biosfer -Hewan yang hidup di air pada umumnya bernafas dengan insang. - Di daerah padang pasir sangat jarang ditemukan hewan dan tumbuhan. Gejala Antroposfer - Kelebihan penduduk mendorong migrasi keluar. - Besarnya angka kelahiran di banding kematian menyebabkan ledakan penduduk.
PendekatanGeografi : 1. Pendekatan keruangan, merupakan suatu kajian terhadapa fenomena geosfer dengan menekankan pada eksistensi utama pada ruang. dengan kata lain fenomena yang terjadi di suatu wilayah. 2. Pendekatan kelingkungan, mengaitkan hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan alam di suatu wilayah. contoh kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia
25zfs. 6391r4if5m.pages.dev/3816391r4if5m.pages.dev/3376391r4if5m.pages.dev/3046391r4if5m.pages.dev/856391r4if5m.pages.dev/3576391r4if5m.pages.dev/4876391r4if5m.pages.dev/2166391r4if5m.pages.dev/85
tuliskan contoh gejala geografi yang sesuai dengan pendekatan ekologi