Drop voltase yang disebut juga dengan sebutan drop tegangan cukup mudah untuk diukur. Alat yang diperlukan hanya berupa sebuah multitester atau voltmeter. Cara pengukurann Drop Voltase atau voltage drop dapat dilakukan dengan cara berikut ini: Matikan semua peralatan listrik yang dicurigai sebagai penyebab drop voltase. Ukur voltase pada sumber
yang dihasilkan dari pusat sumber listrik. Penyerapan daya reaktif yang diakibatkan oleh beban induktif akan menyebabkan timbulnya jatuh tegangan yang dihasilkan dari pusat sumber listrik. Akibatnya nilai tegangan di sisi penerima akan berbeda dengan nilai tegangan di sisi pengirim. Persamaan jatuh tegangan dapat dilihat pada gambar 2 dibawah
Mutasi terjadi setelah crossover pada perkawinan. Referensi mengatakan nilai PM memiliki nilai yang kecil seperti 0,05, 0,1 atau selainnya. Jika nilai PM semakin kecil maka kemungkinan terjadinya mutasi juga semakin kecil dan sebaliknya. Nilai PM ini pada umumnya berkisar antara 0 hingga 0,3.
Bus- bus tersebut mengalami penurunan dengan kondisi marginal (2%). Cara meningkatkan tegangan pada Bus bisa dilakukan dengan cara menambahkan kapasitor bank yang berfungsi meningkakan tegangan pada bus, dengan menaikan faktor daya beban dari 0,85 menjadi 0,95 pada bus 43, 45, 47, dan 49.Pada jaringan distribusi, kabel tanah yang digunakan untuk menyalurkan listrik sampai pada konsumen adalah jenis kabel kering dengan isolasi jenis XLPE yang tahan sampai pada temperatur 900C. Selain itu kabel jenis XLPE ini mempunyai faktor kerja lebih rendah. 2.3.2 Jaringan tegangan rendah (JTR)