Sistemini dikenal sebagai Idling Stop System ( ISS) di motor-motor Honda dan Stop Start System (SSS) di Yamaha. Karena mematikan mesin ketika motor sedang berhenti sejenak maka dua fitur ini diklaim mampu membuat motor lebih irit hingga 30%. Pasalnya tidak ada bensin yang terbuang percuma ketika motor sedang berhenti di lampu merah maupun2 min read September 5, 2021 Sekarang hampir semua motor yang dipasarkan di Indonesia sudah menggunakan teknologi injeksi. Teknologi sistem pembakaran tersebut membuat motor menjadi lebih irit dan bertenaga. Namun bukan berati performa motor injeksi tidak bisa menurun. Semua motor injeksi bisa mengalami penurunan performa. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah karena perawatan komponen mesin injeksi yang salah. Komponen yang terdapat pada mesin injeksi beragam, dan semuanya harus dirawat secara rutin Apabila salah ataupun kurang perawatan maka komponen mesin injeksi akan bekerja kurang maksimal. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan performa yang membuat motor injeksi kurang bertenaga dan tidak nyaman dikendarai. Agar performa motor injeksi selalu optimal maka mau tidak mau harus dilakukan perawatan secara rutin. Ada banyak hal yang harus dilakukan. Yang paling umum adalah mengganti oli secara berkala dan melakukan service rutin. Serivice yang dilakukan tidak boleh hanya sekedar service saja, namun ada beberapa komponen yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Injector dan Throttle Body Yang membedakan antara motor injeksi dan motor karbu adalah adanya Injector. Selain itu, motor injeksi juga dilengkapi Throttle Body yang sangat berpengaruh terhadap performa motoro saat berakselerasi. Kedua komponen di atas harus dirawat secara rutin dengan tujuan menjaga performa selalu pada kondisi terbaik. Selain itu, perawatan bertujuan untuk mebersihkan kotoran-kotoran yang bisanya menempel pada bagian Injector dan Throttle Body. 2. Fuel Pump dan Filter Komponen selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah Fuel Pump dan Filter. Keduanya wajib dipersihkan secara rutin untuk membersihkan partikel-partikel asing yang bisa membuat performa motor injeksi menurun. Partikel asing bisa mempengaruhi kinerja bahan bakar yang akan dipompa melalui fuel pump dan disaring melalui filter. Oleh karena itulah kedua komponen tersebut sangat berpengaruh terhadap performa motor injeksi. 3. Tangki Bahan Bakar Demi menjaga performa motor injeksi selalu optimal, kami sarankan untuk menguras tangki bahan bakar. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kotoran, debu atau bahkan air yang bisa bercampur dengan bahan bakar. Tangki yang kotor akan mengurangi kinerja bahan bakar yang digunakan sehingga membuat tenaga mesin kurang optimal. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan bahan bakar berkualitas sesuai dengan standar motor. 4. Filter Udara Filter udara wajib dibersihkan secara rutin agar bisa bekerja sempurna dalam mengalirkan udara ke semua komponen mesin. Jika filter udara kotor maka otomatis tidak bisa mengeluarkan udara bersih yang beresiko mengakibatkan penyumbatan pada sensor yang terdapat di throttle body. 5. Aki Komponen selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah Aki. Pasalnya aki merupakan merupakan sumber daya untuk ECU sensor dan throttle body. Selain itu, aki juga berfungsi untuk memberikan daya ke komponen lain seperti lampu, klakson, starters dll. Pastikan kondisi aki masih bagus agar bisa mengalirkan daya secara penuh ke semua komponen kelistrikan motor injeksi. Apabila sudah ngedrop maka lebih baik diganti dengan yang baru. Untuk harganya bisa disimak pada artikel berikut “Harga Aki Motor“. Nah itulah 5 komponen yang sangat mempengaruhi performa motor injeksi. Silahkan lakukan perawatan secara rutin dengan service center resmi ataupun dibengkel motor yang berpengalaman. Jika motor selalu dirawat kami yakin motor akan nyaman dikendarai dan bisa mencegah tarikan motor lemot ataupun ngepos. Nah cukup sekian informasi kali ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi pengunjung setiap MotorHonda satu ini sudah dilengkapi dengan teknologi injeksi PGM-FI yang membuatnya jauh lebih irit. Sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan motor Honda Blade dibanderol dengan harga 16 jutaan. Demikian ulasan mengenai motor Honda yang irit pada tahun 2020. Kebanyakan iritnya sebuah motor ditandai dengan sistem fuel injection.
Advertisement Cara merawat motor injeksi - Untuk melakukan perawatan motor injeksi, bukanlah hal yang sulit. Secara umum teknik yang kita pakai hampir sama seperti motor-motor karbu dengan beberapa penyesuaian di beberapa titik. Yang pertama kita memerlukan ketekunan. Karena perawatan ini tidak dilakukan selama satu atau dua kali, namun berkali-kali. kan ada bengkel ? mengapa kita harus repot ? Bengkel hanya bersifat merawat berkala sesuai jadwal service yang biasanya ada pada interval KM atau setiap 6 bulan sekali. Kalau kita hanya mengandalkan perawatan dari bengkel itu kurang maksimal. Lagi pula, perawatan yang kita bahas ini adalah perawatan mudah yang tidak memerlukan alat yang aneh-aneh. Penasaran dengan tipsnya, silahkan simak list dibawah. Tips Merawat Motor Injeksi Agar Awet dan Tetap Joss Ada beberapa perawatan yang wajib anda ketahui, diantaranya mudah dilakukan dan tidak perlu tools yang merepotkan. 1. Cek selalu kebersihan filter Udara yang masuk kedalam ruang bakar itu tidak selamanya bersih, ini karena udara bebas mengandung partikel yang bisa menganggu proses pembakaran. Apalagi ketika kita bicara dikota besar, pastinya udara bebas sudah tercampur dengan polusi dan debu. Untuk itulah ada komponen filter ditengah saluran udara menuju mesin. Fungsi filter inilah yang menjamin agar udara masuk keruang bakar bersih dari polutan. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kondisi filter itu, filter menyaring udara dengan memblok partikel debu dan kotoran pada permukaan filter. Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu debu tersebut akan menumpuk dipermukaan filter. Mengapa bisa menumpuk ? ini karena filter motor memakai tipe basah yang memiliki rongga besar namun kotoran mudah menempel. Debu yang menumpuk dipermukaan filter akan menyebabkan efek sumbatan. Meski ukuran debu itu kecil, tapi kalau banyak dan bersifat menggumpal karena basah justru akan menghambat aliran udara. Oleh sebab itu anda harus rajin membersihkan filter motor anda maksimal dalam interval 10 ribu KM. Untuk membersihkan filter bisa anda baca pada cara kerja filter motor dengan mudah. 2. Gunakan bensin beroktane tinggi Selain faktor udara, faktor bahan bakar juga menjadi faktor yang memperburuk pembakaran mesin. Nilai oktane adalah suatu hal yang menunjukan kemampuan bensin dalam pengaruh tekanan dan pembakaran. Semakin tinggi nilai oktane maka bensin tersebut akan lebih tahan terhadap tekanan, dan ini sangat cocok untuk mesin-mesin injeksi yang memiliki kompresi tinggi. Selain dari nilai oktane, kandungan bensin yang terlalu banyak mengandung sulfur akan menimbulkan kerak pada ujung injektor. Oleh sebab itu untuk menjaga kesehatan sistem injeksi pada mesin motor anda, anda perlu memperhatikan bensin yang anda pakai. 3. Jaga kesehatan aki atau baterai Aki pada motor fungsinya sebagai penyedia arus listrik, sementara sistem injeksi memerlukan arus listrik untuk melangsungkan proses kerjanya. Sehingga tanpa baterai mesin injeksi tidak bisa dihidupkan. Ini juga berlaku saat baterai drop, sistem injeksi akan terganggu karena kurangnya value tegangan yang masuk membuat perhitungannya kurang akurat. Oleh sebab itu lakukan beberapa langkah berikut untuk membuat baterai motor anda awet ; Gunakan kick start saat menghidupkan motor dipagi hari Panaskan motor hingga sekitar 30 detik sebelum dipacu Jangan memasang terlalu banyak aksesoris yang memerlukan listrik Hindari pemakaian lampu HID yang menyerap daya cukup besar. 4. Lakukan perawatan busi setiap 5 ribu KM Busi berfungsi sebagai pemantik api untuk melakukan pembakaran. Secara singkat busi bekerja dengan meloncatkan listrik bertegangan tinggi kira-kira 20 KV dari elektroda bermuatan positif ke masa bermuatan negatif. Salah satu hal yang mempengaruhi besar kecilnya api yang dihasilkan adalah kondisi elektroda busi. Elektrida yang terselimuti kerak hitam cenderung menghambat proses loncatan energi listrik. Ini karena segala jenis kerak sisa pembakaran tidak bersifat konduktor. Sehingga perawatan yang tak kalah penting berikutnya adalaj merawat kondisi busi. Apa saja indikatornya ? Pastikan celah busi normal sekitar 0,8 mm Pastikan ujung busi/elektroda tidak berkerak Pastikan busi yang dipakai memikiki resistor ada kode R atau U Pastikan cop busi/bagian terminal busi tidak berkerak 5. Lakukan perawatan injektor setiap 10 ribu KM perlu tool Jika motor anda sudah menginjak KM 10 ribu atau lebih maka lakukan servis injektor. Service injektor ini tujuannya untuk membersihkan bagian dalam injektor yang tidak mungkin kita gapai secara tangan kosong. Pastinya dalam melakukan proses kerjanya, ada sedikit kotoran yang mengendap didalam injektor. Kotoran ini terbawa oleh aliran bensin, untuk memastikan kebersihannya kita perlu menyemprotkan cairan khusus melewati injektor. Ada beberapa teknik yang bisa anda pakai, pertama anda bisa ke bengkel untuk membersihkan injektor menggunakan alat injector service tools yang dapat memantau kinerja injektor sekaligus membersihkannya. Tapi ada biaya lebih untuk cara ini. Cara kedua yang lebih mudah menggunakan cairan pembersih injektor yang dicampurkan ke bensin didalam tanki. Cairan ini bersifat flushing atau membilas saluran bahan bakar terutama injektor. Meski bukan bahan bakar tapi cairan ini juga bersifat mudah terbakar sehingga tidak masalah jika tercampur dengan bensin. Tapi untuk cara ini kita tidak bisa memantau bagaimana kinerja injektor. 6. Kuras tanki bensin dalam interval 10 hingga 20 ribu Km Cara perawatan terakhir bisa anda lakukan khususnya untuk motor-motor yang memiliki tanki didepan motor sport motor seperti ini rentan kemasukan air dibagian tankinya, bisa karena hujan atau pencucian yang kurang tepat. Air yang masuk kedalam tanki, akan masuk pula ke sistem injeksi bahan bakar akibatnya mengganggu pembakaran mesin didalam ruang bakar. Akibatnya mesin akan brebet. Dengan melakukan pengurasan secara rutin kita menghindari resiko tersebut. Interval pengurasan ini juga tidak terlalu sering, mungkin sekitar 10 ribu atau 20 ribu KM tergantung kondisi pemakaian. Untuk mengurasnya, sebenarnya tidak terlalu sulit tapi bagi yang tidak punya tools sama saja akan kesulitan. Okeh sebab itu anda bisa langsung meluncur ke bengkel remsi paling hanya menelan biaya 50 ribu. 7. Ganti oli mesin secara rutin Untuk perawatan terakhir tidak hanya berlaku bagi motor injeksi tapi berlaku bagi semua jenis motor. Alasan utama kita perlu mengganti oli mesin karena, kandungan oli mesin akan berubah seiring seringnya digunakan. Itu karena saat oli melumasi komponen mesin, ada carbon sisa pembakaran yang ikut terbilas oleh oli mesin. Ini akan mengubah warna oli menjadi kehitaman. Imbasnya daya lumas oli akan menurun dan jika terus digunakan maka keausan komponen didalam mesin akan semakin cepat. Apakah Perawatan Motor Injeksi Penting Kita Lakukan ? Ini penting mengingat industri roda dua hampir semuanya beralih ke teknologi injeksi atau EFI. Teknologi injeksi sebenarnya sudah diterapkan sejak awal tahun 2000. Kala itu mobil-mobil Eropa dan Amerika banyak yang mengaplikasikannya, namun diatas tahun 2010 nampaknya sepeda motor mulai berpindah dari sistem konvensional ke arah injeksi elektronik ini. Hal itu bukan tanpa alasan, kelebihan sistem injeksi elektronik antara lain ; Hampir tidak ada kerugian bahan bakar sehingga lebih irit. Campuran bensin dan udara lebih ideal pada kondisi apapun karena diatur oleh rangkaian elektrik secara realtime. Power yang dihasilkan juga lebih maksimal. Emisi yang tercipta lebih ramah lingkungan. Mengingat pentinya kendaraan yang ramah lingkungan ditambah lagi semakin gencarnya aksi hemat energi membuat semua motor menerapkan sistem injeksi elektronik saat ini. Perbedaan utama sistem Efi dan karburator terletak di cara penyaluran bahan bakarnya. Pada karburator, ada komponen bernama pilot jet yang dijadikan saluran temoat keluarnya bensin menuju intake. Volume bensin yang keluar tergantung kecepatan udara melewati venturi dan pembukaan jarum skep. Sementara pada sistem Efi, bensin akan disuplai dari injektor langsung dari saluran bensin. Pembukaan injektor ini diatur oleh ECU yang dibantu beberapa sensor untuk melakukan perhitungan secara realtime. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara merawat motor injeksi agar awet dan tetap joss. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media anda agar makin banyak orang yang teredukasi. Semoga bermanfaat. Facebook Twitter Whatsapp
Go to ReplitV31T.