Pengertian Musik Klasik, Ciri – ciri music klasik, Fungsi dan kegunaan Musik klasik A. Pengertian Pengertian musik klasik adalah komposisi musik yang lahir dari budaya Eropa sekitar tahun 1750-1825 B. Ciri – ciri music klasik Ciri-ciri Zaman musik Klasik a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo. b. Perubahan tempo dengan accelerando semakin Cepat dan Ritarteando semakin lembut. c. Pemakaian Ornamentik dibatasi d. Penggunaan Akord 3 nada. C. Fungsi dan kegunaan Musik klasik Dalam proses pembelajaran musik yang digunakan adalah musik klasik karena musik klasik bersifat universal dan telah dilakukan berbagai penelitian yang membuktikan bahwa musik klasik bermanfaat bagi perkembangan otak manusia, dan musik klasik tidak mengandung kata-kata sehingga tidak akan terjadi interferensi auditori. D. Ragam dan Jenis Musik Klasik Ragam dan jenis Musik Klasik digolongkan melalui Periodisasi tertentu, yaitu 1. Notasi Gregorian tahun 590 Notasi ini memakai empat garis sebagai balok not, tetapi belum ada rotasi iramanya sehingga hitungan berdasarkan perasan penyanyi. 2. Musik Organum 1150-1400 Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf. Suara tinggi terbentuk dari anak-anak atau wanita dan suara rendah dari laki-laki. 3. Musik Discant 1400-1600 Pada masa ini dirasakan ternyata tidak semua bisa mengikuti nada tinggi atau nada rendah, oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang lebih kuat atau lebih rendah mengikuti melodi kuart tinggi maupun kuart rendah dan musik yang demikian ini disebut musik Diafoni 4. Basso Ostinato tahun 1600 Musik ini adalah music yg berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain secara bersama. 5. Musik Polifoni Era Barok 1600-1750 Musik ini adalah music yg adalah salah satu musik polifoni dengan teknik kontrapung yang sangat tinggi. Karena disusun seperti Matematika. Hampir semua komponis era barok 1600-1750 menyusun dengan teknik kontrapung, 6. Musik Homofon Era Klasik 1750-1825 Selanjutnya pada era klasik 1750-1825 ditemukan Susunan akord yang berdasarkan tri-suara triad, sehingga berkembang empat suara atau lebih. Musik ini biasanya disebut music Harmoni 7. Musik Klasik Era Romantika 1820-1910 Hampir tidak ada perubahan dalam kontrapung dan harmoni secara fundamental. Namun ada kemajuan dalam orkestrasi lengkap dengan penemuan alat musik Era romantika adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina. 8. Musik Klasik Modern 1910-sekarang Pada masa musik klasik ini, karya yang paling tekenal berada pada abad ke-20 yakni kitaro, Ricart Clayderman, Yanni dan Enya. Terdapat berbagai Aliran musik yang berkembang yaitu Musik klasik, musik rock, Musik tradisional dan musik keagamaan. E. Bentuk komposisinya Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh, masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat, lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa, kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. Bentuk Musik Klasik 1. Fast movement 2. Slow movement 3. Dance related movement 4. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian, satu kesatuan yang utuh, masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat, lambat dan kembali ke tempo cepat. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni – Eksposisi Eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat, kuat eksposisi terbagi atas tema pokok, bridge, tema ke II, dan tema penutup – Pengembangan Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif. – Rekapitulasi Rekapitulasi merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi, tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu, Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. – Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata, umumnya menggunakan coda sebagai penutup, coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian, bagian ini biasanya diawali dengan dominan, apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor, dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika, rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. F. Contoh alat musiknya Beberapa jenis musik klasik 1. Harpsichord 2. Piano Instrumen 3. Biola 4. Brass 5. Violin Kecil Cello download materinya dengan cara klik disini sumber
TEORIMAKRO KEYNES (KEYNESIAN) Keynes mengkritik pendapat ahli-ahli ekonomi klasik, dia menyatakan bahwa: - Tingkat kegiatan dalam perekonomian ditentukan oleh pembelanjaan agregat. - Perekonomian tidak selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. - Suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang.
Ilustrasi memainkan musik klasik yang berperan dalam perkembangan aliran musik modern. Foto PIxabayPeran musik klasik dalam perkembangan aliran musik modern sering kali terlupakan. Oleh sebab itu, penting untuk mengenal asal mula musik asli Eropa buku Sejarah Musik dan Apresiasi Seni karya Sila Widhyatama 2012 12, musik klasik adalah istilah musik yang berakar dari tradisi kesenian barat, musik kristiani, dan musik orkestra, yang periode kemunculannya dimulai sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa musik klasik adalah musik yang berkembang di daratan Eropa tahun 1750-1825. Lebih lengkapnya, berikut sejarah perkembangan musik klasik di dunia. Musik klasik berkembang pesat di negara-negara Eropa. Foto PixabaySejarah Musik KlasikAwal abad ke-2 SM di daerah Babilon dan Mesir, terdapat musik beraliran tertentu. Dengan adanya pengaruh kedua negara ini, muncul musik Hibrani, yang selanjutnya terus berkembang menjadi musik saat itulah, musik gereja berubah penyebutannya menjadi musik klasik. Musik klasik terus berkembang dan banyak yang mengetahuinya, terutama masyarakat Eropa. Musik ini amat populer dan kerap dimainkan orang-orang berjalannya waktu, pada abad ke-16, musik klasik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu musik non barat dan musik populer. Perbedaan mendasar di antara keduanya ada pada notasinya. Namun, jenis-jenisnya terus bertambah seiring musik ini terus mendunia. Agar lebih memahami jenis-jenis musik klasik, simak pembagian musik klasik berdasarkan periode atau tahan pembuatan musik tersebut. Penjelasan ini dirangkum berdasarkan buku Seni Budaya dan Keterampilan terbitan Yudhistira 2009 07. Ilustrasi memainkan musik Eropa yang tetap eksis hingga di era modern saat ini. Foto Pixabay1. Notasi Greogorian 590MNotasi Greogorian adalah cikal bakal terbentuknya musik klasik. Jenis ini telah ada sejak tahun 590 M. Notasi musiknya terdiri dari empat garis balok not dan tidak ada irama yang menentu, sehingga cara memainkan musik ini hanya mengandalkan perasaan dan hitungan Organum adalah jenis musik klasik yang telah ada sejak tahun 1400 Masehi. Pada zaman musik ini, banyak orang-orang yang tidak bisa mempelajari lagu bernada tinggi maupun rendah. Oleh sebab itu, dilakukan modifikasi sedemikian rupa, hingga menjadi musik diafoni. Musik diafoni sendiri adalah musik yang memiliki suara tinggi dan rendah dengan mengikuti melodi yang Basso Ostianto 1600 MMusik klasik Basso Ostianto adalah jenis musik klasik yang sudah ada sejak tahun 1600 Masehi. Jenis musik ini terdiri dari rangkaian nada yang berjalan selangkah demi selangkah, mengarah dari bawah dan ke atas, lalu diulang dengan serangkaian nada lain secara Polifoni era Barok 1600-1750Musik Polifoni adalah jenis musik klasik yang telah ada sejak zaman Barok. Musik klasik jenis ini memakai teknik kontrapung. Sebab, seluruh seniman musik di tahun ini memainkannya dengan teknik kontrapung susunan melodinya begitu banyak. Musik Homofon adalah jenis musik klasik yang telah ada sejak tahun 1750-1825. Di era ini, ditemukan suatu susunan kunci yang terdiri dari tiga suara, hingga dieksplorasi menjadi empat atau lebih suara. Musik ini biasa dinamakan sebagai musik Era Romantika 1825-1910Musik romantika adalah jenis musik klasik yang sudah ada sejak tahun 1825-1910. Pada zaman ini, musik romantik tidak mengalami perubahan yang berarti dari segi teknik kontrapung hingga harmoninya. 7. Musik Klasik Era Modern 1910-SekarangMusik ini muncul dan terus berkembang di era saat ini. Jenis-jenis musik yang tergolong pada musik klasik yang terkenal di era modern, di antaranya seperti rock, blues, musik keagamaan, dan musik itu notasi Greogorian?Apa itu musik diafoni?Apa itu Basso Ostianto?
Jenismusik seni seperti Musik klasik. Jenis-jenis musik populer terdiri dari Jazz, Blues, Gospel, RnB, Funk, Rock, Metal, Electronic, Reggae, Hip Hop, Techno dan Pop. Kemudian jenis musik tradisional seperti Dangdut dan Country. Jenis musik tersebut memiliki perbedaan dan ciri-ciri membuat kamu yang mendengarkannya sudah dapat menebak jenis
Jakarta Mendengarkan musik pasti pernah dilakukan sebagian besar orang. Bagi banyak orang, mendengarkan musik adalah sebuah hiburan. Mendengarkan musik bisa dari berbagai media dan di berbagai tempat. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Seperti Ini Karakter Orang yang Gemar Dengarkan Lagu Klasik Beda Manfaat Mendengarkan Musik Pop dengan Jazz Jenis Musik Kesukaan Ungkap Kepribadian Anda Sesungguhnya Banyak jenis-jenis musik yang bisa dinikmati. Bahasa dan lirik lagu yang mengiringi musik juga berbeda-beda baik di Indonesia maupun di negara lain. Lalu apa definisi musik? Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. Di dunia ini banyak sekali jenis-jenis musik yang terkadang kerap kamu dengarkan. Baik musik dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris mapun bahasa lainnya. Dilansir Minggu 16/3/2019 dari beberapa sumber, berikut jenis-jenis musik yang mungkin jadi Musik Klasik Musik klasik merupakan jenis-jenis musik yang memiliki nilai seni yang tinggi. Musik klasik telah ada sejak lama dengan susunan not dan nada yang indah serta tidak menciptakan rasa bosan bagi pendengarnya. Kerap disebut sebagai musik sepanjang masa karena jenis musiknya masih relevan dan masih bisa dinikmati hingga kini. Walaupun perkembangan musik klasik sudah ada sejak tahun 1700-an. Contoh musik klasik seperti musik karya Mozart yaitu Symphony Piano Sonata in C Major, Piano Concerto dan masih banyak lagi. Maestro Beethoven juga memiliki karya musik klasik seperti Moonlight Sonata, Fur Elise, 6th Symphony dan sebagainya. 2. Musik Jazz Musik jazz banyak berkembang di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 yang memiliki dasar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz merupakan penggabungan dari blues, ragtime dan musik-musik Eropa, khususnya musik band. Sehingga musik jazz memiliki nada yang ringan dan memiliki kesan tenang. Contoh musik jazz di Indonesia seperti Sedari Dulu milik Tompi, Sepatu dari Tulus, La Vie En Rose dari Louis Armstrong, Body and Soul dari Coleman Hawkins dan sebagainya. Jenis-jenis musik Musik country dan rock3. Musik Country Jenis-jenis musik selanjutnya yaitu musik country. Jenis musik ini memiliki nada yang ringan, ceria dan santai. Awalnya musik ini diciptakan untuk musik rakyat di Amerika Serikat tepatnya di wilayah pegunungan Appalachia. Beberapa lagu yang masuk dalam jenis musik country yaitu Pain Killer dari Little Big Town, Roller Coaster dari Luke Bryan, Bento dari Iwan Fals, Bengawan Solo dari Tantowi Yahya dan masih banyak lagi lainnya. 4. Musik Rock Jenis-jenis musik satu ini banyak sekali digemari orang dari berbagai negara di seluruh dunia. Musik rock memiliki irama dan nada yang khas dari gitar listrik yang bisa digunakan dari nada rendah hingga nada tinggi. tak hanya gitar listrik, musik rock juga diiringi dengan suara bass, drum dan instrument lainnya. Musik rock berkembang ditahun 1950-an. Beberapa musik rock yang ada seperti lagu-lagu yang dibawakan oleh Gun N’ Roses, Queen, Nirvana, Meat Loaf dan masih banyak musik Musik pop dan balada5. Musik Pop Jenis-jenis musik selanjutnya adalah musik pop yang memiliki nada dan lirik sederhana. Musik pop cenderung mudah dicerna dan mudah untuk dinyanyikan. Musik pop yang bisa diterima semua orang ini menjadikan musik pop adalah musik yang universal. 6. Musik Balada Musik balada merupakan jenis musik yang mengalun dengan lambat yang sebagian besar memiliki tema tentang percintaan. Musik balada kerap menggunakan kata-kata puitis yang diiringi dengan alunan musik yang musik musik blues dan reggae7. Musik Blues Salah satu jenis-jenis music yang banyak digemari masyarakat dunia adalah musik blues. Musik blues berawal dari orang-orang Afrika yang berada di Amerika. Blues awalnya berkembang sebagai musik puji-pujian bagi para budak Afrika di Amerika. Musik blues memiliki kesan yang sedih. 8. Music Reggae Jenis musik ini diciptakan oleh orang Jamaika. Biasanya musik reggae berisi tentang pesan perdamaian, cinta persamaan derajat dan keseimbangan alam. Musik ini terdengar santai namun memiliki beat yang berdentum. Contoh penyanyi reggae adalah Bob Marley, Toots Hibbert dan Jimmy musik Musik hip hop dan dangdut9. Musik Hip Hop Jenis-jenis musik selanjutnya adalah musik yang berkembang di wilayah timur Amerika yaitu musik hip hop. Musik hip hop biasanya didominasi dengan rap. Musik hip hop banyak dimintai oleh pecinta musik. 10. Musik Dangdut Jenis musik asal Indonesia ini banyak berkembang diberbagai daerah di tanah air. Peminatnya pun tak sedikit. Musik dangdut sendiri memiliki nuansa India dan Melayu. Tak jarang jika musik dangdut bisa diiringi dengan alat musik tradisional yang tak hanya dengan alat musik modern saja.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
PengertianSeni : Cabang Jenis, Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari. Kata seni jika hendak diartikan, Definisi Seni secara umum adalah segala hal yang dibuat oleh manusia, yang didalamnya mengandung keindahan serta mampu membangkitkan perasaan pada orang lain. Kata seni itu sendiri berasal dari bahasa Inggris kata Art dalam ilmu Eropa yang artinya
Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengarah pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa bandingkan dengan musik klasik india dan musik tradisional jepang maupun musik populer. Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok dan Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis. “Musik Klasik” pada dasarnya bukan hanya sebatas nama dari salah satu aliran/jenis musik. Tapi juga istilah luas yang mengacu pada tiga periode musik yang sangat populer pada zaman itu di Eropa barat. Istilah “Klasik” sendiri diambil dari nama salah satu periode itu. Tiga periode musik yang dimaksud yaitu Zaman Barok dan Rokoko Abad 17 Zaman Klasik Abad 18 Zaman Romantik Pertengahan abad 18 Pada abad-abad berikutnya musik klasik terus berkembang meskipun perkembangannya tidak secepat masa-masa sebelumnya. Perkembangan ini juga melahirkan musik Kontemporer Klasik pada abad 19 sampai abad 20. Periode Musik Klasik 1. Zaman Barok dan Rokoko Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok Baroque, kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata “Barok” berarti “mutiara yang tidak berbentuk wajar“, hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu. Ciri-ciri dari musik Barok, antara lain Melodi cenderung lincah. Banyak menggunakan ornamen. Ada dinamik forte dan piano. Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian polifonik/kontrapung. Lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja. Para komponis musik Barok membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini. Beberapa komponis zaman Barok Johann Sebastian Bach George Friederich Handel Antonio Vivaldi. Johann Pachelbel Pada zaman Barok, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsichord. Karya Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato. 2. Zaman Klasik Bila dibandingkan dengan musik era Barok, musik era klasik lebih ringan, lebih mudah dan tidak membingungkan, serta mempunya tekstur yang jauh lebih jelas. Melodi yang dimainkan di era ini biasanya lebih pendek dari era Barok. Ukuran orkestra sangat berkembang baik dalam kuantitas maupun kualitas. Ciri-ciri dari musik zaman Klasik, antara lain Ornamen lebih dibatasi. Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando. Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo. Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan homofonik. Kontras pada ritme. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo, sedangkan simfoni adalah untuk orkestra. Bentuk simfoni hamper mirip dengan sonata, hanya saja simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet, trio, dan scherzo. Beberapa komponis zaman klasik Franz Joseph Haydn Wolfgang Amadeus Mozart Carl Philipp Emanuel Bach anak kedua dari Johann Sebastian Bach Ludwig Van Beethoven masa peralihan zaman Klasik dan zaman Romantik Zaman Romantik Walaupun dinamakan era musik Romantik, bukan berarti musik di era ini hanya berisi tentang cinta ataupun cinta yang Romantik. Dinamakan Romantik karena dapat menggambarkan komposisi musik pada jangka waktu tersebut. Romantik disini tidak ada hubungannya dengan cinta. Romantik disini menggambarkan karya-karya dan komposisi musik yang lebih bergairah dan jauh lebih ekspresif dari pada era-era sebelumnya. Karakteristik utama dari musik Romantik sendiri adalah kebebasan lebih dalam bentuk musik dan ekspresi emosi serta imajinasi dari komponis. Lalu ukuran dari orkestra yang menjadi semakin besar dan bahkan bisa disebut raksasa dibandingkan sebelumnya. Hasil karya dari para komponis juga menjadi semakin kaya akan variasi dari mulai lagu hingga karya pendek dengan piano dan diakhiri dengan ending yang sangat spektakuler dan dramatis pada puncaknya. Secara teknik, para pemain musik pada era ini juga mempunyai level sangat tinggi. Ciri-ciri dari musik zaman romantik, antara lain Ciri Tidak ada ornamen. Melodi berekspresi. Harmoni bervariasi, homofonik dan polifonik. Penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi. Beberapa komponis zaman romantik, antara lain Franz Liszt Richard Wagner F. J. L. Mendelssohn Mozart – Tidak ada kata habis untuk ide melodi
4bentuk musik klasik yaitu : - Fast Movement - Slow Movement - Dance Related Movement - Fast Movement
Apa itu musik klasik? Secara umum pengertian musik klasik adalah istilah yang merujuk pada sejarah musik barat yang berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai awal abad ke-19. Meski pada perkembangannya, musik klasik meluas pada era-era sebelumnya. Terdapat beberapa ciri-ciri musik klasik yang membedakannya dengan era musik lainnya. Perkembangan sejarah musik klasik dibagi menjadi beberapa era antara tahun 1150 sampai 1910 sebelum masuk era musik modern. Beberapa fase musik klasik misalnya era musik organum 1150-1400, musik discant 1400-1600, musik polifoni era barok 1600-1750, musik homofon era klasik 1750-1825, hingga era musik romantika 1825-1910. Adapun beberapa tokoh musik klasik yang terkenal antara lain adalah Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Peter Tchaikovsky, Richard Strauss, Johann Sebastian Bach, dan lain-lain. Mereka banyak menghasilkan karya musik dan simfoni klasik yang dijadikan referensi di era musik modern sekarang ini. baca juga macam-macam alat musik Terdapat beberapa ciri-ciri musik klasik yang khas dan unik, jika dibandingkan dengan era musik lainnya. Berikut penjelasan karakteristik musik klasik dilihat dari segi instrumen, tempo, nada, ritme, dan fungsinya. 1. Menggunakan Instrumen Musik Sederhana Salah satu ciri utama musik klasik adalah penggunaan instrumen musik yang sederhana. Artinya instrumen musik klasik yang digunakan tidak begitu kompleks. 2. Menggunakan Peralihan Dinamik Ciri-ciri musik klasik yang cukup dikenal adalah menggunakan peralihan dinamik, bisa dari lembut sampai keras disebut dengan istilah cressendo, atau bisa juga dari keras menjadi lembut disebut dengan istilah decrssendo. 3. Perubahan Tempo dengan Percepatan atau Perlambatan Pada musik klasik, jika terjadi perubahan tempo bisa dilakukan dengan sebuah percepatan atau perlambatan musik. Dalam ilmu musik, percepatan dikenal dengan istilah accelerando, sedangkan perlambatan dikenal dengan istilah ritardando. 4. Penggunaan Ornamentik Dibatasi Karakteristik musik klasik berikutnya adalah pembatasan penggunaan ornamentik atau hiasan. Penggunaaan ornament pada musik klasik diperhemat pemakaiannya, sehingga tidak terlalu ditonjolkan. 5. Pemakaian 3 Akord Nada Berikutnya pada musik klasik terdapat 3 nada yang dibunyikan secara bersama atau homofik. Artinya pada musik klasik umumnya menggunakan harmoni yang terdiri dari tiga nada yang dibunyikan secara bersamaan. 6. Didominasi Alat Musik Gesek dan Tiup Salah satu ciri musik klasik selanjutnya adalah musik klasik banyak didominasi oleh instrumen alat musik gesek dan tiup. Meski jenis alat musik lain juga digunakan, namun kebanyakan yang digunakan adalah musik gesek dan tiup. 7. Tidak Menggunakan Beat Secara Konstan Pada musik klasik, umumnya tidak menggunakan beat atau drum-set secara konstan, yang menjadikan musik klasik gampang dikenali. Musik klasik juga tidak menonjolkan ritme dan harmoni pada lagu-lagunya. 8. Mampu Meningkatkan IQ dan Kinerja Otak Ada banyak fungsi musik klasik, di antaranya mampu meningkatkan IQ, meningkatkan perkembangan otak manusia, memaksimalkan kinerja otak kanan, menambah kemampuan daya ingat, serta meningkatkan respon fisiologis. Nah itulah beberapa ciri-ciri musik klasik dan penjelasannya dari sisi musikalitas seperti nada, tempo, ritme, dan fungsinya. Musik klasik memiliki ciri dan karakteristik khusus yang membuatnya berbeda dengan era musik lainnya.
Adayang berukuran sedang, kecil atau bahkan besar hingga menggunakan dua ruas bambu dengan ukuran cukup besar. 8. Gambus. Sumber foto: budaya-indonesia.org. Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara ini memiliki bentuk yang menyerupai Mandolin. Alat musik gambus ini memiliki 3 senar paling banyak.vCxu.